고등학교 및 직업 교육 졸업생의 국민 연수 참여 제안, 고용노동부 장관 발언
Vocational high school and senior high school graduates are proposed to participate in the National Internship program, Manpower Minister speaks out.
Lulusan SMA & SMK Diusulkan Ikut Magang Nasional, Menaker Buka Suara
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mempertimbangkan usulan untuk memperluas program Magang Nasional ke lulusan SMA dan SMK. Usulan ini muncul karena lulusan SMK dan SMA di daerah terpencil seringkali kesulitan mengakses dunia industri. Saat ini, Magang Nasional hanya terbuka untuk lulusan sarjana dan diploma dengan uang saku setara UMP atau UMK. Menaker Yassierli menyatakan perluasan program ini mungkin akan diterapkan pada angkatan ketiga Magang Nasional. Meskipun demikian, Menaker menekankan perbedaan kebutuhan antara lulusan SMK/SMA dengan lulusan perguruan tinggi, di mana yang pertama membutuhkan sertifikasi dan yang kedua membutuhkan pengalaman kerja.
The Minister of Manpower (Menaker) Yassierli is considering a proposal to expand the National Internship program to high school and vocational school graduates. This proposal emerged because vocational school and high school graduates in remote areas often have difficulty accessing the industrial world. Currently, the National Internship is only open to bachelor's and diploma graduates with pocket money equivalent to the UMP or UMK. Menaker Yassierli stated that the expansion of this program may be implemented in the third batch of the National Internship. However, the Menaker emphasized the difference in needs between vocational school/high school graduates and university graduates, where the former need certification and the latter need work experience.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mempertimbangkan usulan untuk memperluas program Magang Nasional ke lulusan SMA dan SMK. Usulan ini muncul karena lulusan SMK dan SMA di daerah terpencil seringkali kesulitan mengakses dunia industri. Saat ini, Magang Nasional hanya terbuka untuk lulusan sarjana dan diploma dengan uang saku setara UMP atau UMK. Menaker Yassierli menyatakan perluasan program ini mungkin akan diterapkan pada angkatan ketiga Magang Nasional. Meskipun demikian, Menaker menekankan perbedaan kebutuhan antara lulusan SMK/SMA dengan lulusan perguruan tinggi, di mana yang pertama membutuhkan sertifikasi dan yang kedua membutuhkan pengalaman kerja.