Dua Raksasa Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Cabut dari RI, Pindah ke Vietnam!
Dua Raksasa Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Cabut dari RI, Pindah ke Vietnam!
Dua Raksasa Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Cabut dari RI, Pindah ke Vietnam!
Dua Raksasa Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Cabut dari RI, Pindah ke Vietnam!
Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 21 Jun 2026 16:55 WIB
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein
Jakarta - Dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur disebut bakal melakukan PHK besar-besaran. Hal ini diungkapkan oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal.Pemilik pabrik tersebut, yang induknya berasal dari Jepang, hendak mengubah arah perusahaan untuk memproduksi mobil listrik. Menurut Said Iqbal, perusahaan induk ingin memindahkan produksinya ke Vietnam dan angkat kaki dari Indonesia. Bila hal itu terjadi ribuan orang pekerja akan terdampak PHK."Di daerah Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dua perusahaan raksasa komponen otomotif. Itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Minggu (21/6/2026).
"Jadi prinsipalnya di Jepang, akan memindahkan produksinya ke negara-negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produknya. Jadi mereka akan berfokus di mobil listrik yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia," lanjutnya menjelaskan.Dia enggan menyebut dua perusahaan yang dimaksud, namun memberikan inisial nama perusahaan, yaitu PT J dan PT S.Dari informasi yang dia kumpulkan dari kalangan serikat buruh, perusahaan induk dua perusahaan tersebut yang berada di Jepang menilai pengembangan mobil listrik lebih produktif di Vietnam. Maka dari itu, perusahaan akan angkat kaki dari Indonesia."Karena di Indonesia rupanya mobil listrik, pabrik mobil listrik tidak kompetitif. Tapi di Vietnam sedang ada kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik. Nah, dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto ini akan memindahkan sebagian. Ini baru diskusi awal. Informasi awal. Ini ribuan juga (yang bisa terkena (PHK)," jelas Said Iqbal.Said Iqbal yang juga merupakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengaku sudah meminta FSPMI, serikat pekerja di bawah naungannya untuk berdiskusi dengan pihak perusahaan agar hak-hak para pekerja dapat terlindungi.Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dengan memberikan laporan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto soal hal ini. Menurutnya, masalah yang terjadi pada kasus ini adalah berada pada tataran kebijakan kendaraan listrik dari pemerintah pusat.
(acd/acd)
Dua Raksasa Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Cabut dari RI, Pindah ke Vietnam!
Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 21 Jun 2026 16:55 WIB
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein
Jakarta - Dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur disebut bakal melakukan PHK besar-besaran. Hal ini diungkapkan oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal.Pemilik pabrik tersebut, yang induknya berasal dari Jepang, hendak mengubah arah perusahaan untuk memproduksi mobil listrik. Menurut Said Iqbal, perusahaan induk ingin memindahkan produksinya ke Vietnam dan angkat kaki dari Indonesia. Bila hal itu terjadi ribuan orang pekerja akan terdampak PHK."Di daerah Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dua perusahaan raksasa komponen otomotif. Itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Minggu (21/6/2026).
"Jadi prinsipalnya di Jepang, akan memindahkan produksinya ke negara-negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produknya. Jadi mereka akan berfokus di mobil listrik yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia," lanjutnya menjelaskan.Dia enggan menyebut dua perusahaan yang dimaksud, namun memberikan inisial nama perusahaan, yaitu PT J dan PT S.Dari informasi yang dia kumpulkan dari kalangan serikat buruh, perusahaan induk dua perusahaan tersebut yang berada di Jepang menilai pengembangan mobil listrik lebih produktif di Vietnam. Maka dari itu, perusahaan akan angkat kaki dari Indonesia."Karena di Indonesia rupanya mobil listrik, pabrik mobil listrik tidak kompetitif. Tapi di Vietnam sedang ada kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik. Nah, dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto ini akan memindahkan sebagian. Ini baru diskusi awal. Informasi awal. Ini ribuan juga (yang bisa terkena (PHK)," jelas Said Iqbal.Said Iqbal yang juga merupakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengaku sudah meminta FSPMI, serikat pekerja di bawah naungannya untuk berdiskusi dengan pihak perusahaan agar hak-hak para pekerja dapat terlindungi.Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dengan memberikan laporan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto soal hal ini. Menurutnya, masalah yang terjadi pada kasus ini adalah berada pada tataran kebijakan kendaraan listrik dari pemerintah pusat.
(acd/acd)
Dua Raksasa Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Cabut dari RI, Pindah ke Vietnam!
Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 21 Jun 2026 16:55 WIB
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein
Jakarta - Dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur disebut bakal melakukan PHK besar-besaran. Hal ini diungkapkan oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal.Pemilik pabrik tersebut, yang induknya berasal dari Jepang, hendak mengubah arah perusahaan untuk memproduksi mobil listrik. Menurut Said Iqbal, perusahaan induk ingin memindahkan produksinya ke Vietnam dan angkat kaki dari Indonesia. Bila hal itu terjadi ribuan orang pekerja akan terdampak PHK."Di daerah Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dua perusahaan raksasa komponen otomotif. Itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Minggu (21/6/2026).
"Jadi prinsipalnya di Jepang, akan memindahkan produksinya ke negara-negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produknya. Jadi mereka akan berfokus di mobil listrik yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia," lanjutnya menjelaskan.Dia enggan menyebut dua perusahaan yang dimaksud, namun memberikan inisial nama perusahaan, yaitu PT J dan PT S.Dari informasi yang dia kumpulkan dari kalangan serikat buruh, perusahaan induk dua perusahaan tersebut yang berada di Jepang menilai pengembangan mobil listrik lebih produktif di Vietnam. Maka dari itu, perusahaan akan angkat kaki dari Indonesia."Karena di Indonesia rupanya mobil listrik, pabrik mobil listrik tidak kompetitif. Tapi di Vietnam sedang ada kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik. Nah, dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto ini akan memindahkan sebagian. Ini baru diskusi awal. Informasi awal. Ini ribuan juga (yang bisa terkena (PHK)," jelas Said Iqbal.Said Iqbal yang juga merupakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengaku sudah meminta FSPMI, serikat pekerja di bawah naungannya untuk berdiskusi dengan pihak perusahaan agar hak-hak para pekerja dapat terlindungi.Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dengan memberikan laporan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto soal hal ini. Menurutnya, masalah yang terjadi pada kasus ini adalah berada pada tataran kebijakan kendaraan listrik dari pemerintah pusat.
(acd/acd)