Kim Tae-hyo, mantan Wakil Kepala Pertama Kantor Keamanan Nasional, ditangkap karena diduga telah menyampaikan pesan pembenaran darurat militer pada 12 Desember 3 kepada negara-negara sekutu seperti Amerika Serikat. Kim Tae-hyo disebut berusaha membenarkan darurat militer melalui pesan yang berisi 'Melindungi Demokrasi Liberal' dan 'Protes Politik dalam Kerangka Konstitusi'. Tim penyelidik khusus menduga bahwa Presiden Yoon Seok-yeol saat itu menginstruksikan Shin Won-sik, mantan Kepala Kantor Keamanan Nasional, dan Kim Tae-hyo untuk menjelaskan latar belakang darurat militer. Kim Tae-hyo adalah tokoh penting dalam pemerintahan Yoon Seok-yeol di bidang diplomasi dan keamanan, yang bertanggung jawab atas kebijakan utama seperti kerja sama trilateral Korea Selatan-Amerika Serikat-Jepang. Tim penyelidik khusus diperkirakan akan mempercepat penyelidikan terkait dengan penangkapan Kim Tae-hyo.