Presiden Lee Jae-myung mengatakan bahwa berita bohong merusak ketertiban sosial dan mendesak Badan Pusat Statistik untuk membangun sistem cek fakta real-time. Secara khusus, Presiden mengutip laporan tentang senjata yang digunakan saat kunjungannya ke unit militer Yeonpyeong, menekankan pentingnya konfirmasi fakta segera. Ia juga menunjukkan bahwa Badan Pusat Statistik bukan hanya lembaga statistik sederhana, tetapi harus menjalankan peran sebagai 'CDO (Chief Data Officer)' dan mengemukakan perlunya ditingkatkan menjadi jabatan menteri.