Pelajaran Seni Membuat Teh dengan Eliawati Erly

220.78.***.***
14

Teh jauh lebih dari sekadar minuman yang menenangkan. Setiap cangkir berisi kisah tentang keahlian, budaya, dan koneksi. Hanya sedikit yang memahami hal ini dengan baik seperti Eliawati Erly, Wakil Presiden PT David Roy Indonesia, distributor resmi Teh Dilmah di Indonesia. Diakui atas dedikasi terhadap apresiasi teh, gastronomi teh, dan pendidikan teh, ia telah menghabiskan bertahun-tahun memperkenalkan warisan dan seni teh Ceylon premium kepada audiens di seluruh Indonesia.

Apa yang awalnya merupakan tanggung jawab profesional segera berkembang menjadi gairah seumur hidup. Eliawati Erly berkomitmen untuk memahami teh dari dasar, ia mendalami setiap aspek kerajinan—dari budidaya dan produksi hingga teknik penyeduhan, profil rasa, dan tradisi yang mengelilinginya. Hari ini, ia diakui sebagai salah satu pelopor teh premium di Indonesia, memperjuangkannya tidak hanya sebagai minuman tetapi sebagai pengalaman budaya dan cara hidup.

Ia percaya bahwa teh mendorong orang untuk berhenti sejenak dan mundur selangkah, hadir, dan menciptakan momen yang bermakna. Di luar cangkir teh, ia juga memperjuangkan keserbagunaannya dalam gastronomi kontemporer, menunjukkan bagaimana teh dapat meningkatkan kreasi kuliner dan menginspirasi paduan inovatif dalam mixologi dan koktail.

Sebelum bergabung dengan PT David Roy Indonesia, Erly membangun karier yang terhormat di industri perhotelan dan pariwisata. Seorang lulusan Institut Pariwisata Bandung (dahulu Institut Hotel Nasional, NHI), ia membawa perspektif yang berorientasi pada pelayanan ke dalam teh, menggabungkan keramahan dengan penceritaan untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan yang mengajak orang untuk menghargai teh dengan cara baru dan tak terduga.

“Teh itu unik dan menarik karena setiap varietas memiliki karakternya sendiri,” kata Erly dengan antusias. “Ada beberapa jenis teh sejati, termasuk teh hitam, teh hijau, oolong, dan teh putih, masing-masing dibedakan berdasarkan bagaimana mereka diolah. Infus herbal, atau tisane, secara teknis bukan teh karena berasal dari akar, daun, bunga tanpa adanya teh dalam prosesnya.”

Dalam percakapan ini dengan NOW! Jakarta, Erly menyampaikan pengetahuannya tentang evolusi budaya teh di Indonesia, tetapi juga menerangi metode terbaik untuk menyiapkan cangkir teh yang sempurna.

Kunci untuk cangkir teh yang sempurna dimulai dengan kualitas air. Idealnya, teh harus diseduh menggunakan air dengan tingkat Total Dissolved Solids (TDS) sekitar 140 ppm, memberikan keseimbangan ideal untuk mengekstraksi rasa tanpa mengalahkan karakter alami teh. Teh hitam yang telah teroksidasi sepenuhnya paling baik diseduh dengan air pada suhu 100°C, sedangkan teh semi-oksidasi membutuhkan suhu yang sedikit lebih rendah, sekitar 90°C. Teh hijau dan putih lebih halus, jadi sebaiknya diseduh pada suhu sekitar 70–80°C.

Mengapa itu penting? Menurut Erly, jawabannya terletak pada pelestarian karakter asli teh. “Jika Anda menyeduh teh hijau dengan air mendidih, Anda akan membakar daun dan kehilangan rasa halus mereka. Memahami suhu yang tepat dan waktu penyeduhan memungkinkan Anda menikmati teh sebagaimana mestinya.”

Kesabaran, tambahnya, sama pentingnya. “Teh harus diseduh setidaknya selama tiga menit. Penelitian oleh Dr Tissa Amarakoon dari Tea Research Institute of Sri Lanka menunjukkan bahwa setelah sekitar tiga menit, sekitar 90 persen polifenol bermanfaat dalam teh—antioksidan alami—telah dilepaskan ke dalam seduhan. Saat itulah Anda mulai merasakan rasa dan manfaat kesehatannya.”

Dia percaya bahwa minum teh secara teratur, dinikmati sebagai bagian dari gaya hidup yang seimbang, menawarkan lebih dari sekadar minuman menyegarkan. Kaya akan antioksidan alami, teh membantu melindungi tubuh dari radikal bebas – tetapi di luar manfaat fisiologis tersebut, minum teh memiliki kualitas relaksasi yang tak terbantahkan. Sementara kopi memberi kita energi dan mendorong kita maju, secangkir teh menawarkan sesuatu yang berbeda—ia mengajak kita untuk berhenti sejenak, mengatur ulang, dan terhubung kembali dengan momen saat ini. Dalam jeda tenang itu, kita mendapatkan kejelasan kembali, memulihkan fokus, dan kembali segar, siap menghadapi apa pun yang akan datang. Hanya dengan memikirkan menikmati tegukan teh saja sudah membuat kita menarik napas dalam… Kualitas-kualitas ini, menurut Erly, adalah yang menjadikan minum teh sebagai ritual abadi di berbagai budaya dan generasi.

Dilatih di Dilmah School of Tea di Sri Lanka, tempat dia memperdalam pemahamannya tentang budidaya teh, kerajinan, dan apresiasi, peran Erly sekarang melibatkan membawa apa yang telah dipelajarinya ke industri dan konsumen di Indonesia – bahkan menjamu profesional perhotelan Indonesia dan mitra dalam perjalanan penemuan teh langsung di Sri Lanka. Penting untuk dicatat bahwa Erly menyebutkan Dilmah adalah teh asal tunggal yang dibeli langsung dari petani, bukan melalui tengkulak.

Meskipun tidak memiliki latar belakang kuliner, dengan pemahamannya tentang rasa teh, pelapisan makanan, dan evaluasi sensorik, Erly telah bekerja untuk mengembangkan aplikasi inovatif untuk minuman dalam pengalaman gastronomi baru, dari masakan yang diseduh teh hingga mixologi kreatif.

“Dilmah memperkenalkan seri mocktail dan cocktail teh kami pada tahun 2005, jauh sebelum minuman berbasis teh menjadi tren yang berkembang. Sejak itu, kami terus menjelajahi potensi kuliner teh melalui kompetisi mixologi, pengalaman pelapisan makanan dan teh, serta pengembangan resep inovatif. Kami juga bekerja sama dengan hotel, restoran, dan kafe untuk menunjukkan bagaimana teh Dillmah premium dapat dinikmati dengan cara kreatif dan kontemporer.”

Bersemangat untuk membuat teh mudah diakses dan menarik, Erly menyelenggarakan workshop, sesi apresiasi teh, dan acara interaktif, dengan tujuan untuk memperluas perspektif orang tentang budaya dan tradisi di balik teh, baik yang historis maupun kontemporer. Tujuannya bukan hanya untuk mendidik, tetapi benar-benar menginspirasi orang untuk mengalami teh dengan cara yang lebih dalam dan bermakna.

Filsafat ini terus membentuk inisiatif PT David Roy Indonesia untuk meningkatkan budaya teh di Indonesia. Di antara acara terbaru adalah Tantangan Teh Tinggi Sebenarnya, yang diadakan di Jakarta, yang mengundang beberapa hotel terkemuka di negara ini untuk menantang seorang bartender dan koki untuk berkolaborasi dan menciptakan pasangan teh dengan makanan sebagai bahan melalui kreativitas, inovasi, dan eksperimen kuliner mereka dengan cara modern. Bayangkan kembali pengalaman teh sore tradisional melalui kreativitas, inovasi, dan keunggulan kuliner. Tim pemenang mewakili Indonesia di Tantangan Teh Tinggi Sebenarnya Internasional Global di Colombo pada tahun 2015.

Seiring dengan semakin banyak orang yang menemukan kekayaan teh Ceylon asli, Erly berharap teh akan terus dihormati dan diapresiasi tidak hanya karena rasanya, tetapi juga untuk momen koneksi dan kesejahteraan yang diciptakannya.

drindonesia.com

로그인한 회원만 댓글 등록이 가능합니다.

정보공유

KR | ID | EN
  • IDR
  • KOR
8.34 0.01

2026.07.17 KEB 하나은행 고시회차 1306회

다가오는 한인 행사일정

  • 등록 된 일정이 없어요!