Di New Jersey, Amerika Serikat, kesalahan dalam sistem pengelolaan kendaraan menyebabkan 6.600 penduduk non-warga negara terdaftar sebagai pemilih. Hanya kurang dari 400 orang yang dikonfirmasi telah memilih, dan gubernur negara bagian memutuskan untuk menghapus mereka yang terdaftar secara keliru dari daftar pemilih dan mengganti perusahaan operator sistem. Insiden ini memicu kontroversi terkait kerentanan sistem pemilihan yang diklaim oleh mantan Presiden Trump. Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS mencatat kemungkinan pendaftaran pemilih non-warga negara di beberapa negara bagian, termasuk New Jersey, dan mengungkapkan kekhawatiran tentang keamanan pemilu.