Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di semester pertama tahun 2026 menunjukkan hasil yang positif dan mampu menjaga kesehatan fiskal. Pendapatan negara tumbuh 21,4% menjadi Rp1.459,4 triliun sementara belanja negara meningkat 17,8% menjadi Rp1.656,0 triliun. Defisit APBN tetap terkendali sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76% dari PDB. Kinerja APBN yang kuat ini diakui oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Standard & Poor's (S&P) dan Lianhe Credit Rating. Peringkat kredit Indonesia dipertahankan di level BBB dengan outlook stabil oleh S&P, sementara Lianhe Credit Rating memberikan peringkat AAA dengan outlook stabil untuk rencana penerbitan Panda Bond oleh Pemerintah Indonesia.