Presiden Lee Jae-myung setelah kunjungan ke Amerika Serikat, Amerika Selatan, dan Jerman segera memimpin rapat selama tujuh setengah jam untuk menstabilkan pasar properti dan saham. Presiden mengkritik kekurangan pasokan perumahan yang terus berlanjut sejak tahun 2022 dan mendesak agar dilakukan peningkatan pasokan dengan cepat melalui pengamanan stok, pelonggaran keuangan, fiskal, dan regulasi. Ia juga memerintahkan agar kebijakan pasokan yang ada diperiksa kembali secara menyeluruh dan mencerminkan kebutuhan rakyat, serta menuntut laporan tambahan dan rapat pengecekan dalam 2-3 hari.