Ditemukan bahwa tingkat penerimaan pajak kesejahteraan di kalangan pemuda lebih rendah daripada generasi paruh baya. Ini bukan sekadar egoisme, tetapi karena ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan kecemasan akan kehilangan sumber daya yang terbentuk dalam masyarakat yang kompetitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin muda percaya kepada orang lain dan memegang nilai-nilai saling menguntungkan, semakin tinggi kepercayaan mereka terhadap pemerintah dan kelompok marjinal, sehingga mereka merespons pajak kesejahteraan dengan lebih positif. Oleh karena itu, untuk meningkatkan penerimaan pajak kesejahteraan di kalangan pemuda, penting untuk membangun kepercayaan institusional melalui pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab oleh pemerintah dan pelaksanaan kebijakan kesejahteraan yang adil, serta upaya untuk meningkatkan toleransi sosial.