Gelombang panas yang ekstrem menyebabkan pola olahraga masyarakat di Daegu berubah. Karena suhu tinggi di siang hari, aktivitas luar ruangan menjadi sulit. Akibatnya, warga kota lebih sering berolahraga di malam hari, seperti lari, jalan kaki, dan tenis. Jumlah pengunjung pusat kebugaran dalam ruangan juga meningkat karena banyak orang menghindari panas terik dengan berolahraga setelah pulang kerja. Kelompok lari dan berbagai klub olahraga lainnya menunda waktu pertemuan mereka, sementara pertandingan tenis dipindahkan ke malam hari. Perubahan ini menunjukkan bagaimana budaya olahraga di Daegu dipengaruhi oleh cuaca ekstrem. Badan Meteorologi memprediksi gelombang panas akan terus berlanjut dan menyarankan agar orang yang berolahraga di luar ruangan minum banyak air dan mengatur intensitas latihan.