Sejarah yang Bisa Anda Bawa di Pameran 1830 Tulisan

58.55.***.***
14

Pameran Tulisan tahun 1830 kini dibuka di Ruang Museum Koleksi, lantai dua Gedung Trisno Soemardjo di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dengan akses publik gratis, pameran ini memamerkan buku dwibahasa, tekstil bergambar, dan artefak yang dapat dipakai untuk meninjau kembali Perang Jawa dan kehidupan Pangeran Diponegoro.

Tahun 1830 menjadi pusat proyek ini, tahun di mana Pangeran Diponegoro ditangkap setelah Perang Jawa tahun 1825–1830, membuka jalan bagi kontrol kolonial untuk menyebar ke seluruh Jawa dan kemudian sebagian besar kepulauan Indonesia. Pameran ini meninjau kembali momen krusial ini dan mempertimbangkan bagaimana warisannya masih muncul dalam ingatan kolektif Indonesia.

Di pusatnya adalah 1830, sebuah buku dwibahasa Indonesia-Inggris yang mencakup tahun-tahun terakhir "Jawa Lama" dan awal era modern kolonial. Cerita berlanjut melalui koleksi pendamping Tulisan, dengan tas dan potongan sehari-hari lainnya menampilkan potret, referensi arsip, tumbuhan, hewan, dan gambar kolonial yang diubah.

Proyek ini mengutip Babad Diponegoro, kronika otobiografi Pangeran Diponegoro, yang terdaftar dalam Daftar Kenangan Dunia UNESCO. Ilustrasi dan tekstil digunakan untuk membawa akun-akun ini ke kehidupan sehari-hari, memungkinkan sejarah dibaca, dipakai, dan dibagikan daripada dibatasi pada arsip.

Seniman visual dan pendiri Tulisan Melissa Sunjaya mengembangkan 1830 dengan sejarawan Inggris Peter Carey, seorang penulis biografi Pangeran Diponegoro yang terkenal. Kerjasama mereka menggunakan objek sehari-hari dan budaya populer untuk "membalikkan pandangan", mengubah kode visual Barat yang familiar menjadi platform untuk cerita Jawa.

Koleksi ini menampilkan tas dan aksesori lain dengan palet biru dan krim yang berani, menggabungkan potret Pangeran Diponegoro dengan bunga, hewan, prangko, dan gambar zaman kolonial yang diubah. Cetakan yang padat, hampir seperti kolase, menjadikan setiap item sebagai bagian portabel dari cerita sejarah.

“Dengan 1830, kami bertujuan untuk membawa cerita ini ke dunia karena, sebagai orang Indonesia, penting bagi kami untuk menceritakan kisah kami sendiri,” jelas para kolaborator.

Pameran ini buka dari pukul 11.00 hingga 20.00 pada tanggal 7 Agustus dan dari pukul 10.00 hingga 21.00 pada tanggal 8 dan 9 Agustus. Pengunjung memiliki waktu hingga Minggu malam untuk menjelajahi bagaimana tahun yang menentukan dalam sejarah Indonesia telah diterjemahkan menjadi buku, gambar, dan objek yang dibuat untuk bepergian jauh melampaui galeri.

tulisan.com | @mytulisan

로그인한 회원만 댓글 등록이 가능합니다.

정보공유

KR | ID | EN
  • IDR
  • KOR
7.93 0.01

2026.08.07 KEB 하나은행 고시회차 487회

다가오는 한인 행사일정

  • 등록 된 일정이 없어요!