Setelah pemilihan daerah 6·3, Komisi Pemilihan Umum Pusat (KPU) yang dipublikasikan menunjukkan bahwa lebih dari setengah dari 3.558 desa dan kota di seluruh negeri mengalami selisih antara jumlah pemilih akhir dan jumlah pemilih yang terkumpul di lapangan. Secara khusus, di Gongdo-eup, Anseong-si, Gyeonggi, jumlah pemilih akhir berkurang sekitar 30% dibandingkan dengan jumlah yang terkumpul di lapangan, sedangkan di Gwangan 1-dong, Suyeong-gu, Busan, jumlahnya meningkat lebih dari 10%, menunjukkan perbedaan yang signifikan antar wilayah. Meskipun KPU berpendapat bahwa data jumlah pemilih berdasarkan waktu adalah angka sementara, kesalahan ini dianggap sebagai masalah serius mengingat data tersebut merupakan indikator penting yang memengaruhi tren tingkat partisipasi pemilih pada hari pemilihan.