Masyarakat Indonesia menyimpan sekitar 1.800 ton emas dengan nilai mencapai Rp 4.460 triliun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melihat potensi besar dari emas tersebut untuk pertumbuhan ekosistem bullion di Indonesia. Ia berharap setidaknya 20% dari emas yang disimpan masyarakat dapat dialokasikan ke instrumen keuangan atau perbankan syariah. Dengan kepemilikan 1.800 ton, Indonesia berada di bawah Amerika Serikat dan China dalam hal stok emas, namun di atas India dan Singapura. Meskipun demikian, stok emas di Bank Indonesia masih relatif rendah, hanya sekitar 70 ton.