
Ringkasan Asli
Penelitian terbaru menemukan variasi unik yang sebelumnya tidak ditemukan pada RNA ribosom beberapa gurita. Variasi ini terbukti meningkatkan akurasi produksi protein, dan menariknya hanya ditemukan pada spesies gurita dangkal dengan sistem saraf yang berkembang dan perilaku kompleks. Sementara itu, variasi ini tidak diamati pada spesies gurita laut dalam dengan sistem saraf sederhana.
Tim peneliti Harvard melaporkan pada 17 Agustus di Current Biology tentang variasi RNA ribosom (rRNA) gurita yang tidak pernah ditemukan pada hewan lain. rRNA adalah molekul yang membentuk kerangka tiga dimensi ribosom, pabrik protein sel.
Penemuan ini bersifat kebetulan. Saat itu Richard Han, mahasiswa pascasarjana di Harvard Medical School, sedang memeriksa rRNA jaringan gurita dua titik California dan menemukan potongan rRNA yang biasanya terhubung menjadi dua. Nicholas Bellono, penulis bersama, mengatakan, "Awalnya saya mengira ekstraksi RNA salah."
Hasil verifikasi menunjukkan sebaliknya. Ketika potongan serupa dimasukkan ke ribosom E. coli, akurasi produksi protein meningkat hampir dua kali lipat.
Fitur ini tidak ada pada semua gurita. Setelah membandingkan dua garis keturunan yang berpisah sekitar 100 juta tahun yang lalu, ditemukan bahwa lima spesies gurita dangkal tanpa cangkang (incirrate) dengan sistem saraf yang berkembang dan perilaku kompleks semuanya memiliki pemisahan ini, sedangkan dumbo octopus laut dalam dengan sistem saraf sederhana tidak memilikinya. Variasi ini juga tidak ditemukan pada cumi-cumi yang berpisah sekitar 300 juta tahun yang lalu.
Tim peneliti percaya bahwa variasi ini mungkin terkait dengan evolusi sistem saraf besar gurita dangkal. Rishav Mitra, penulis bersama, menjelaskan bahwa pemisahan rRNA ini "mungkin membantu neuron berfungsi dengan baik".
Amy Lee, penulis bersama lainnya, mengatakan, "Yang paling mengejutkan adalah ribosom yang sangat konservatif secara evolusioner dapat mengalami perubahan fungsional."
Namun, ada juga keraguan. Joshua Rosenthal dari Marine Biological Laboratory, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa temuan ini "sangat menarik" tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan apakah perubahan rRNA ini menyebabkan evolusi otak dan perilaku yang kompleks.
Potensi penerapannya juga disebutkan. Diharapkan dapat menjadi kunci pengobatan penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson, di mana kelainan lipatan protein di otak terlibat.
Sumber: Smithsonian Magazine, "Why Are Some Octopuses So Smart? The Answer Might Lie in a Never-Before-Seen Mutation That Helps Them Accurately Build Proteins" (Sara Hashemi, 19 Agustus 2026)
▶ Sumber Asli: https://www.smithsonianmag.com/smart-news/why-are-some-octopuses-so-smart-the-answer-might-lie-in-a-never-before-seen-mutation-that-helps-them-accurately-build-proteins-180989319/