
o Amerika Serikat menghadapi masalah defisit fiskal yang bernilai triliunan dolar, tetapi langkah-langkah yang diambil oleh Menteri Keuangan Scott B. Matheson dianggap terbatas.
o Khususnya, lonjakan investasi AI diidentifikasi sebagai faktor yang memperburuk masalah fiskal Amerika Serikat dalam jangka pendek.
o Pendapatan pajak perusahaan untuk tahun fiskal 2026 turun tajam sebesar 23% dibandingkan tahun sebelumnya, hal ini disebabkan oleh undang-undang reformasi pajak OBBBA (One Big Beautiful Bill Act)* yang diberlakukan pada masa pemerintahan Trump.
* Undang-undang tersebut memberikan manfaat pengurangan pajak perusahaan dengan mengizinkan pengeluaran penuh untuk fasilitas/pusat data dikurangkan langsung dan diamortisasi, sehingga memungkinkan perusahaan teknologi besar untuk menginvestasikan dana besar dalam infrastruktur AI dan memperluas pengurangan pajak penghasilan perusahaan.
o Selain itu, penerbitan obligasi jangka panjang dalam skala besar oleh hiper-scaler untuk membangun infrastruktur menyebabkan persaingan dengan penerbitan obligasi pemerintah dalam hal pendanaan, sehingga menekan pasar obligasi Amerika Serikat.
o Pada akhirnya, AI berpotensi meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek, AI dapat menyebabkan penurunan penerimaan pajak dan risiko inflasi, sehingga semakin memperumit masalah fiskal Amerika Serikat.
Jika investasi terkait AI tidak segera menunjukkan peningkatan produktivitas yang sesuai dan profitabilitas nyata, tampaknya pasar keuangan global akan terus mengalami ketidakstabilan.
▶ Sumber asli: https://www.reuters.com/commentary/reuters-open-interest/us-fiscal-hole-has-an-ai-problem-its-core-2026-08-25/