Dulu ada seorang murid yang pernah saya ajar di tempat les tempat saya bekerja paruh waktu
Menurut saya sendiri, saya sudah memperlakukan murid itu dengan sangat baik
Berpikir bahwa anak pelajar mana ada uangnya
Kalau sudah bersepeda bersama, saya selalu membelikannya sesuatu
Anak ini benar-benar hanya bisa mengayuh sepeda saja, soal perakitan atau pembongkaran sama sekali tidak tahu
Karena ada saya yang bisa diandalkan, bahkan sepeda milik teman-temannya yang perlu diperbaiki pun
Dibawa ke sini dengan berbagai alasan untuk diperbaiki, tapi ongkos reparasinya malah dia kantongi sendiri
Waktu itu saya pikir, ya dia masih pelajar, mungkin memang begitulah
Lagipula orang yang kelakuannya sudah seperti ini, mau saya omeli sekalipun hanya buang-buang energi
Dalam hati saya pikir hanya akan membuat dia dendam, jadi saya biarkan saja apa adanya
Di tengah kesibukan hidup sehari-hari, belakangan ini saya mendapat satu frame baru yang mau dirakit, dan dengan sedikit harapan
Saya mencoba menghubunginya setelah sekian lama tidak kontak
Ternyata cara bicaranya tidak mengecewakan ekspektasi saya — telepon pun tidak diangkat
Orang tua anak ini sampai sekarang masih mengucurkan uang ke tempat les demi mendidik anaknya sedikit lebih baik
Sungguh memprihatinkan dan disayangkan
Anak-anak yang licik memang benar-benar licik