Saya akan menuliskan apa yang saya pikirkan secara apa adanya.
Kesimpulannya adalah 'Ada hal-hal yang baik dan ada yang kurang baik, namun secara keseluruhan saya puas dan ingin berpartisipasi sekali lagi.'
1. Jalan-jalan di sekitar Stadion Umum Imsil banyak yang sedang dalam perbaikan sehingga kondisinya tidak baik. Namun jalan yang kondisinya buruk hanya ada sebentar di awal,
sisanya tidak masalah.
2. Jumlah peserta sangat sedikit. Setelah mengecek peringkat KOM, sepertinya ada sekitar 270 orang yang mengikuti gran fondo.
Pada gran fondo populer lainnya, kita sering menghabiskan banyak waktu di pos perbekalan, tapi gran fondo ini tidak ada antrean sama sekali.
Langsung makan begitu tiba. ㅋㅋㅋ. Namun kekurangannya adalah sulit untuk bergabung dalam rombongan. Sampai pos perbekalan 1 masih bisa menemukan kelompok yang serupa dan
ikut bersama, tapi di bagian akhir hampir seperti solo.
3. Pada dasarnya setiap pos perbekalan tersedia air, cola, dan pisang. Pos 1 ada choco pie, pos 2 ada kkwabaegi + caffeine booster, pos 3 ada
garaetteok. Para penyelenggara juga ramah dan itu bagus. Tapi sepertinya akan lebih baik jika ditambah satu pos perbekalan lagi.
4. Untuk rute Terowongan Lembah 2, sebaiknya dialihkan di lain waktu. Ini adalah rute yang melewati terowongan setelah tanjakan jembatan layang, lebar jalannya sempit dan
saya agak takut apakah mobil-mobil akan bertabrakan satu sama lain saat menghindari sepeda, atau malah mendorong sepeda. Apalagi karena berada di atas jembatan layang.
Karena ini jalan dua lajur, saya mengerti bahwa mungkin sulit untuk menutup satu arah saja.
Biasanya setelah mengikuti gran fondo saya tidak terlalu ingat nama terowongannya, tapi untuk terowongan ini saya merasa harus benar-benar menghafalkan namanya.
5. Pemandangannya sangat berkesan. Entah karena ini daerah yang bunganya mekar terlambat, di tempat lain bunga sakura sudah gugur semua, tapi di sini per tanggal 11
masih banyak bunga sakura yang tersisa. Jalur sepeda seperti terowongan bunga sakura di sepanjang sungai dan punggung unta yang mengelilingi Danau Okjeong semuanya pemandangannya sangat
indah. Ada banyak momen di mana saya merasa ingin bersepeda karena hal ini. Pada akhirnya, bersepeda adalah tentang dua roda dan paha saya sendiri, teman yang bersepeda bersama, dan
pemandangan yang segalanya. Bukankah jalan dan perbekalan hanyalah hal-hal pendukung.
6. Kami mengambil foto selfie dengan ponsel dan saling memotret satu sama lain. Karena tidak banyak relawan fotografer yang hadir.
Jumlah foto sangat sedikit. Ini memang agak menjadi kekurangan.
Demikianlah kesan-kesan yang saya rasakan. Terima kasih.