Investor mulai mempertanyakan kelayakan investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) karena kekhawatiran akan potensi gelembung. Penurunan nilai saham perusahaan teknologi dan produsen chip mencerminkan sentimen negatif ini. Investor menantikan laporan keuangan perusahaan teknologi besar seperti Google, Tesla, Microsoft, Meta, Apple, Amazon, dan Nvidia untuk menilai apakah investasi AI sudah menghasilkan keuntungan yang sepadan. Valuasi perusahaan teknologi juga mengalami penurunan, menunjukkan keraguan investor terhadap potensi pertumbuhan di masa depan. Kondisi ini menunjukkan pergeseran tren dari euforia awal terhadap AI ke periode yang lebih hati-hati dan realistis.