Perhimpunan Kedokteran Janin Korea Selatan menerbitkan lembaran fakta yang menyajikan dasar medis untuk 'kehamilan kembar', 'penyebab cerebral palsy', 'kehamilan setelah operasi rahim', dan 'penggunaan paracetamol selama kehamilan' untuk meredakan kekhawatiran ibu hamil. Kehamilan kembar memiliki risiko persalinan prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah dibandingkan dengan kehamilan tunggal, sehingga transplantasi embrio tunggal dianjurkan. Cerebral palsy disebabkan oleh kekurangan oksigen selama persalinan, tetapi juga berbagai faktor yang bekerja sama, dan seluruh proses dari sebelum kehamilan hingga persalinan harus dipertimbangkan. Kehamilan setelah operasi rahim memiliki risiko komplikasi seperti pecah rahim atau plasenta accreta, sehingga membutuhkan manajemen yang cermat. Hubungan sebab akibat antara penggunaan paracetamol selama kehamilan dan autisme belum terungkap, dan mengabaikan demam tinggi atau nyeri bisa lebih berbahaya.