Pemerintah China melarang warganya menjalin hubungan cinta dengan chatbot AI mulai 15 Juli 2026 sebagai upaya untuk meningkatkan angka kelahiran yang sedang menurun drastis. Kebijakan ini menargetkan perusahaan teknologi besar seperti Alibaba dan ByteDance yang mengembangkan fitur chatbot dengan kemampuan membangun hubungan emosional. Penurunan populasi di China telah terjadi selama empat tahun berturut-turut, mencapai tingkat kelahiran terendah dalam sejarah. Generasi muda di China cenderung enggan menikah dan memiliki anak, dan chatbot AI dianggap sebagai salah satu faktor penyebabnya karena menawarkan alternatif hubungan yang memuaskan. Larangan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk mencari pasangan manusia sungguhan dan meningkatkan angka kelahiran di China.