Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran sebagai pembalasan atas kematian tentara akibat serangan rudal Iran. Amerika Serikat menyerang fasilitas militer Iran selama 5 jam 30 menit, dan Iran membalas dengan serangan drone bunuh diri ke pangkalan militer AS di Kuwait. Pemimpin tertinggi Iran mengatakan bahwa Amerika Serikat telah berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata dan menyebut Amerika Serikat sebagai 'iblis besar' sambil mendesak perang yang lebih luas. Selain itu, serangan drone juga terjadi di pangkalan milisi Kurdi di Irak, mengakibatkan beberapa orang luka-luka.