Otoritas mendorong pengenalan kewenangan darurat pasar saham…'leverage variabel' ala Hong Kong sedang dikaji
Regulasi ala Hong Kong memperlihatkan 'sisi terang dan gelap' yang jelas…kekhawatiran atas ketidaknyamanan investor dan membengkaknya kewenangan manajer investasi
Regulasi Korea dan Hong Kong berakar berbeda…"alih-alih regulasi tambal sulam, bangun dulu sistemnya"
Otoritas keuangan terus menaikkan tingkat regulasi terkait ETF leverage saham tunggal. Setelah kenaikan setoran dasar bulan lalu, mereka mengisyaratkan kemungkinan penggunaan 'kewenangan darurat pasar saham' yang bertumpu pada 'penyesuaian pengali leverage ala Hong Kong', sehingga investor dan pelaku industri bergejolak.
Menurut industri investasi keuangan pada tanggal 7, manajer investasi domestik tengah mencermati kerangka 'leverage variabel' yang baru diperkenalkan Securities and Futures Commission (SFC) Hong Kong. Sebabnya, otoritas keuangan sedang mengkaji rencana menurunkan pengali leverage saat pasar saham bergejolak dengan merujuk kasus Hong Kong. Saat ini pemerintah dan partai berkuasa bergerak merevisi Undang-Undang Pasar Modal untuk melegalkan 'kewenangan darurat pasar saham' termasuk rencana penyesuaian pengali leverage.
Sejak tanggal 3, SFC memperkenalkan sistem yang menyesuaikan secara mandiri pengali L&I target harian dari maksimum 2 kali hingga minimum 1,1 kali, guna mengatasi keterbatasan pengelolaan 'produk leverage dan inverse (L&I)' serta guncangan pada pasar spot. Di Hong Kong, produk saham tunggal seperti ETF leverage 2x SK Hynix anjlok 75~80% dari puncaknya hanya dalam sebulan akibat koreksi saham semikonduktor, sehingga volatilitas pasar mencapai puncaknya.
(...)
https://www.investchosun.com/m/article.html?contid=2026080780107