
Presiden AS Donald Trump mendorong rencana yang memungkinkan galangan kapal asing yang berinvestasi di industri perkapalan AS membangun hingga dua unit dari batch awal kapal perang dan kapal pendukung yang akan diadakan militer AS di galangan negara asal mereka. Kapal tambahan setelah itu harus dibangun di galangan AS yang diperluas melalui investasi perusahaan asing tersebut. Langkah ini diperkirakan turut memengaruhi kerja sama perkapalan ‘MASGA (Make American Shipbuilding Great Again)’ yang tengah didorong Korea dan AS.
[....]
Galangan kapal asing yang ingin ikut serta harus membangun galangan baru di AS atau memperoleh kepemilikan maupun saham mayoritas galangan AS yang sudah ada, sekaligus merekrut dan melatih pekerja Amerika. Mereka juga harus mengalihkan teknologi dan teknik perkapalan yang dimiliki galangan negara asal ke galangan di AS serta membangun rantai pasok untuk pembangunan dan perawatan di dalam AS. Jika syarat ini terpenuhi, hingga dua kapal awal boleh dibangun di galangan negara asal perusahaan asing tersebut. Kapal berikutnya harus dibangun di galangan di AS.
Langkah ini menerapkan pengecualian atas dasar keamanan nasional terhadap undang-undang AS yang pada prinsipnya melarang pembangunan kapal militer AS di luar negeri. Presiden Trump mendelegasikan kepada Menteri Pertahanan kewenangan menilai apakah setiap kontrak pembangunan memenuhi syarat pengecualian keamanan nasional.
Setelah KTT tahun lalu, Korea dan AS menetapkan nilai investasi Korea di sektor perkapalan AS sebesar 150 miliar dolar dan sepakat menjajaki, bersama investasi di galangan AS, pelatihan tenaga kerja, modernisasi galangan, serta penguatan rantai pasok, kemungkinan membangun kapal AS di Korea. Secara khusus, karena memorandum ini menyajikan cara mengizinkan galangan asing yang berinvestasi di galangan AS dan melatih pekerja Amerika untuk membangun hingga dua kapal awal di luar negeri, hal ini bermakna bahwa telah tersedia jalur kelembagaan konkret untuk menerapkan ‘pembangunan kapal AS di Korea’ yang selama ini dibahas kedua negara ke dalam pengadaan kapal perang dan kapal pendukung militer AS yang sesungguhnya. Namun demikian, ini bukan berarti volume pembangunan langsung dialokasikan kepada galangan Korea; hal itu masih harus melalui rencana pengadaan rinci Departemen Pertahanan AS dan prosedur pemilihan kontraktor.
========================
Mengalihkan teknologi dan teknik perkapalan ke galangan AS? yo
▶ Sumber asli: https://news.nate.com/view/20260814n04077?mid=n0104