Israel mengklaim bahwa pangkalan udara Abu al-Zufhur di Suriah, yang diserang oleh mereka, merupakan ancaman keamanan karena penempatan pasukan Turki. Perdana Menteri Israel Netanyahu memperingatkan bahwa ia tidak akan mentolerir peningkatan kekuatan militer Turki, sementara Turki mengecam serangan Israel sebagai ilegal dan menekankan perlindungan kedaulatan Suriah. Amerika Serikat mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan berpendapat bahwa konflik fisik harus dicegah melalui dialog diplomatik. Peristiwa ini menciptakan ketegangan baru di Timur Tengah, meningkatkan peran AS sebagai mediator.