Ketua Majelis Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa sanksi ekonomi yang ingin diperkuat oleh Amerika Serikat itu tidak adil dan Iran harus menyusun rencana untuk mengatasinya. Ia berpendapat bahwa Amerika Serikat dan Israel tidak dapat menaklukkan Iran secara militer, sehingga mereka mencoba melemahkan Iran melalui perang ekonomi dan psikologis. Ketua Ghalibaf menekankan perlunya memperkuat kerja sama ekonomi antara Iran dan Irak untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat mengumumkan penerapan "sanksi terkuat dalam sejarah" terhadap Iran dengan tujuan untuk menggulingkan rezim Iran.