Sekitar 160 programmer di Beijing, termasuk Fei Zhaojun, di-PHK setelah atasan mereka mempertanyakan kemampuan AI dalam menggantikan pekerjaan manusia. Adopsi AI yang cepat di China memicu kekhawatiran akan hilangnya lapangan kerja, terutama di sektor seperti produksi konten dan penerjemahan. Data menunjukkan lonjakan penggunaan model dan agen AI oleh perusahaan industri di China. Dampaknya terasa di berbagai sektor, termasuk penurunan tajam produksi drama pendek dengan aktor sungguhan karena semakin banyak studio beralih ke video hasil produksi AI. Kondisi ini diperparah oleh struktur populasi China yang menua dan menyusut, yang akan menambah tekanan pada pasar tenaga kerja.