Partai Kekuatan Rakyat mengadakan pertemuan makan malam anggota parlemen selama dua hari, dari tanggal 27 hingga 28, dengan fokus utama pada kebijakan pemuda. Dewan partai memperkuat daya tariknya terhadap kaum muda dengan menyediakan sesi 'Pembicaraan Pemuda' dan menekankan dalam resolusi bahwa pemuda adalah masa depan Korea Selatan. Namun, pesan 'Cinta Saudara' yang disampaikan oleh mantan Presiden Park Geun-hye memunculkan perbedaan pendapat antara faksi penguasa dan faksi non-penguasa. Anggota parlemen dari faksi penguasa menekankan pentingnya persatuan internal, sementara anggota parlemen dari faksi non-penguasa mengkritik kepemimpinan faksi penguasa dengan menyinggung masalah kepemimpinan. Selain itu, penurunan signifikan jumlah peserta pada hari kedua dibandingkan hari pertama menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan acara yang mempromosikan 'persatuan internal' dan hasil sebenarnya.