트럼프 미국 대통령은 나토 정상회의에서 처음에는 동맹국의 국방비 증액을 요구하며 비판적인 발언을 했지만, 비공개 회의에서는 호의적인 태도를 보였다. 마지막 연설에서는 그린란드 병합 문제를 언급하지 않았고, 스페인 등 국방비 부담국에 대한 비난도 자제했다. 오히려 폴란드, 독일, 발트3국 등 나토 회원국의 기여에 감사를 표하며 협력 의지를 강조했다. 이러한 변화가 트럼프의 나토 인식 변화인지, 아니면 국방비 증액 및 무기 판매 확대, 이란전쟁 관련 협조를 위한 전략적인 유화 정책인지는 앞으로 지켜봐야 할 것이다.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump awalnya mengkritik negara-negara anggota NATO karena tidak meningkatkan pengeluaran pertahanan dan menuntut mereka untuk melakukannya. Namun, dalam pertemuan tertutup, ia menunjukkan sikap yang lebih positif. Dalam pidato penutupannya, Trump tidak membahas isu penggabungan Greenland dan juga menahan diri untuk mengkritik Spanyol dan negara-negara lain yang dianggap belum berkontribusi cukup pada pertahanan. Sebaliknya, ia mengucapkan terima kasih kepada Polandia, Jerman, dan negara-negara Baltik lainnya atas kontribusinya dan menekankan keinginan untuk bekerja sama. Masih perlu dilihat apakah perubahan sikap ini mencerminkan perubahan pandangan Trump tentang NATO atau merupakan strategi diplomasi untuk mendorong peningkatan pengeluaran pertahanan, ekspansi penjualan senjata, dan kerja sama terkait perang dengan Iran.
President Trump initially criticized NATO allies for insufficient defense spending at the NATO summit, but he adopted a more favorable stance in private meetings. In his final speech, he did not mention the Greenland annexation issue and refrained from criticizing countries like Spain that bear a heavy defense burden. Instead, he expressed gratitude for the contributions of NATO member states such as Poland, Germany, and the Baltic states, emphasizing his willingness to cooperate. Whether this change reflects a shift in Trump's perception of NATO or is a strategic appeasement policy aimed at increasing defense spending, expanding arms sales, and securing cooperation on the Iran war remains to be seen.