Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun menekankan tantangan meningkatnya belanja negara di tengah keterbatasan ruang fiskal. Ia mendorong pemerintah untuk mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan lebih cermat. Keberhasilan pembangunan, menurut Isma, tidak lagi hanya dilihat dari besarnya anggaran yang diserap, tetapi juga kualitas tata kelola dan dampak nyata bagi masyarakat. BPK juga menyoroti perlunya penguatan kelembagaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seiring perubahan regulasi dan peningkatan ketepatan sasaran program pemerintah melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). BPK berkomitmen untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan negara secara independen, profesional, dan berintegritas.
No translation available yet (AI is processing...)