Pemerintah daerah di seluruh negeri memperluas penjualan produk pertanian melalui media sosial dengan memperluas pendidikan pembuatan konten video untuk petani. Pendidikan tersebut mencakup berbagai hal mulai dari pengambilan gambar dan pengeditan hingga pemanfaatan AI dan teknik pemasaran, dan beberapa wilayah bahkan membangun studio khusus untuk petani. Namun, ada kritik yang mengatakan bahwa pelatihan jangka pendek sulit untuk menghasilkan efek nyata, dan diperlukan sistem dukungan yang berkelanjutan.