Dana properti luar negeri dianggap aman, tetapi risiko kehilangan modal tetap ada. Hal ini karena dana dioperasikan dengan struktur leverage, dan lembaga pemberi pinjaman dapat memaksa penjualan properti jika pinjaman senior jatuh tempo. Selain itu, 'cash trap' dapat menyebabkan pendapatan sewa tidak dikembalikan kepada investor, dan batasan penebusan paruh waktu membuat sulit untuk mencairkan dana investasi sebelum jatuh tempo. Jika masa dana diperpanjang, risiko pengosongan penyewa dan ruang kosong meningkat, yang pada gilirannya meningkatkan kemungkinan kehilangan modal. Oleh karena itu, investor harus mempertimbangkan dengan hati-hati apakah investasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan mereka.