Partai oposisi dan partai pemerintah berdebat di Komite Transportasi dan Infrastruktur Nasional tentang isu pasokan perumahan di Taman Yongsan. Partai Kuat Rakyat mengkritik bahwa janji kampanye Presiden Lee Jae-myung untuk membangun Taman Yongsan, yang merupakan warisan dari mantan Presiden Roh Moo-hyun, sedang dibatalkan. Mereka mengatakan bahwa pengurangan ruang hijau taman secara sembarangan bukanlah sesuatu yang baik untuk generasi mendatang. Sementara itu, Partai Demokratik bersama menegaskan bahwa amandemen undang-undang khusus Taman Yongsan tidak membahas inti masalahnya, melainkan hanya pengembangan lahan di pinggir taman. Mereka menekankan bahwa ini adalah bagian dari diskusi tentang penyediaan perumahan bagi kaum muda. Namun, usulan permohonan penerjemahan oleh Anggota Dewan Kim Eun-hye ditolak dengan 7 suara setuju dan 14 suara tidak setuju.