Peta Jalan China Jadi Raja AI Dunia Tercantum dalam Cetak Biru

127.0.***.***
5
  • 한국어
  • 바하사
  • 영어

KOMPAS.com - Pemerintah China baru-baru ini mengungkap peta jalan (roadmap) untuk mewujudkan ambisinya menjadi pemimpin kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dunia dalam lima tahun ke depan.

Rencana tersebut tertuang dalam cetak biru (blueprint) teknologi terbaru yang menjadi bagian dari Rencana Lima Tahun (Five-Year Plan) ke-15 hingga 2030.

Dalam dokumen tersebut, Beijing menetapkan AI sebagai fondasi utama pengembangan berbagai teknologi masa depan, mulai dari robot humanoid, mobil terbang, hingga teknologi yang memungkinkan otak manusia terhubung langsung dengan komputer (brain-computer interface).

Salah satu target paling ambisius yang dipasang adalah menjadikan AI sebagai bagian dari 90 persen aktivitas ekonomi nasional pada 2030.

Artinya, AI tidak hanya dimanfaatkan sebagai chatbot atau asisten virtual, tetapi juga diharapkan menjadi teknologi inti yang menggerakkan industri manufaktur, operasional bisnis, layanan publik, hingga berbagai sektor ekonomi lainnya.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah China menyiapkan investasi besar-besaran senilai miliaran dollar AS di berbagai bidang teknologi strategis.

Beberapa sektor yang menjadi prioritas meliputi pengembangan robot humanoid yang mampu membantu pekerjaan manusia di rumah maupun tempat kerja, hingga sistem AI untuk otomatisasi tugas rutin.

Selain itu, industri masa depan seperti teknologi fusi nuklir, komputasi kuantum untuk eksplorasi luar angkasa, biomanufaktur, dan jaringan komunikasi 6G juga masuk dalam sektor ini.

China juga akan mempercepat pengembangan industri penerbangan rendah (low-altitude economy), seperti mobil terbang dan layanan pengiriman menggunakan drone.

Kemduian teknologi brain-computer interface yang memanfaatkan AI untuk menerjemahkan sinyal saraf menjadi perintah digital juga masuk dalam daftar.

Meski terlihat beragam, hampir seluruh teknologi tersebut memiliki satu benang merah yang sama, yakni AI sebagai mesin utama yang mengendalikan berbagai sistem.

Pemerintah China tampaknya ingin AI tidak hanya hadir dalam bentuk layanan digital, tetapi menjadi "otak" bagi berbagai perangkat dan infrastruktur yang digunakan masyarakat maupun industri.

Gambaran tersebut mulai terlihat di China saat ini. Produsen otomotif mulai menyematkan asisten AI dan fitur mengemudi pintar pada kendaraan mereka. Perusahaan teknologi juga menghadirkan berbagai perangkat wearable berbasis AI.

Di sisi lain, model AI pembuat video terbaru dari China bahkan disebut memicu kekhawatiran di industri perfilman Hollywood karena mampu menghasilkan video yang sangat realistis.

Andalkan AI open-source

Selain menggelontorkan investasi besar, China juga mengadopsi strategi berbeda dibandingkan banyak perusahaan AI asal Amerika Serikat.

로그인한 회원만 댓글 등록이 가능합니다.

인니 핫 뉴스

KR | ID | EN
  • IDR
  • KOR
8.64 0.01

2026.06.22 KEB 하나은행 고시회차 1057회