Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa ia menguasai Selat Hormuz sepenuhnya sebagai 'informasi palsu'. Menteri Araghchi mengatakan bahwa Amerika Serikat telah melakukan kesalahan penilaian karena kegagalan informasi di masa lalu, dan kali ini sedang membuat kesalahan yang lebih besar tentang Selat Hormuz. Komandan Garda Revolusi Islam Iran Hossein Taeb juga menegaskan bahwa Selat Hormuz masih berada di bawah kendali dan pengelolaan Iran, sambil mengkritik upaya provokasi perang Amerika Serikat. Presiden Trump menyatakan bahwa Iran tidak memiliki angkatan laut dan angkatan udara, serta ekonominya telah runtuh.