
o Percakapan dengan chatbot AI seperti ChatGPT tidak menjamin kerahasiaan hukum seperti yang diberikan oleh pengacara, dokter, atau konselor.
-> Bisa diajukan sebagai bukti dalam penyelidikan polisi, persidangan pidana, atau gugatan perdata.
o Setidaknya ada 12 kasus dalam 2 tahun terakhir di mana isi obrolan chatbot digunakan sebagai bukti di pengadilan.
- Seorang mahasiswa yang dituduh merusak mobil, setelah melakukan perbuatannya, mencari di ChatGPT "Berapa masalahnya jika saya menghancurkan beberapa mobil?", "Apakah ada cara untuk mengetahui apa yang saya lakukan?". Isi pencarian ini ditemukan saat penyelidikan penyitaan telepon seluler dan digunakan sebagai bukti.
Hmm... Aku ingin tahu apakah isi percakapan yang sudah dihapus juga diserahkan begitu saja.
Ke depannya, kita harus berhati-hati dalam melakukan percakapan sensitif dengan AI.
▶ Sumber asli: https://www.techspot.com/news/113667-chatgpt-conversations-could-end-up-court-theyre-not.html