Pemerintah Indonesia telah menutup 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merugi guna meningkatkan efisiensi anggaran negara. Penutupan ini diklaim telah menghemat anggaran sebesar Rp 50 triliun. Presiden Prabowo Subianto menargetkan untuk menutup 700 BUMN yang tidak menguntungkan lagi hingga akhir tahun 2026. Dengan langkah tersebut, diharapkan jumlah BUMN hanya tersisa sekitar 200-250 perusahaan dan dapat menghemat anggaran hingga Rp 100 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kinerja dan transparansi BUMN di Indonesia.