Pasar smartphone kelas premium mengalami pertumbuhan 5 persen pada semester pertama tahun 2026, dengan pangsa pasar mencapai rekor tertinggi yaitu 29 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh naiknya harga komponen yang lebih berdampak pada ponsel kelas bawah dan menengah, sehingga konsumen cenderung memilih ponsel premium. Produsen seperti Samsung dan Apple mampu menyerap kenaikan biaya produksi karena margin keuntungan yang lebih tinggi. Meskipun Apple masih memimpin pasar smartphone premium dengan pangsa 65 persen, posisinya mulai tertekan di China akibat persaingan dari merek lokal. Samsung juga memperluas program cicilan dan tukar tambah untuk membuat ponsel premium lebih mudah dijangkau konsumen.