Industri kecerdasan buatan (AI) di China diperkirakan akan mencapai nilai Rp 3.100 triliun pada tahun 2025, dengan pertumbuhan yang didorong oleh lebih dari 6.600 perusahaan AI. China telah membangun ekosistem industri AI yang lengkap, mencakup infrastruktur, model, dan aplikasi di berbagai sektor. Pertumbuhan paling pesat terjadi pada segmen model dan framework AI, yang meliputi pengembangan model bahasa besar (LLM). Industri AI China terkonsentrasi di lima provinsi: Beijing, Guangdong, Shanghai, Zhejiang, dan Shandong. Pemerintah China berkomitmen untuk mendorong integrasi AI secara luas melalui inisiatif "AI Plus", dengan target mencapai integrasi penuh pada tahun 2027.