Serangan siber pertama di dunia yang sepenuhnya diotomatisasi oleh kecerdasan buatan (AI) telah menargetkan Taiwan. Serangan ini berhasil membobol 85 akun pemerintah dan mencuri lebih dari 2.500 data pegawai, serta meluas ke badan pengawas keselamatan nuklir dan tujuh perusahaan energi. Pelaku serangan menggunakan delapan model AI yang tersedia publik untuk menjalankan seluruh tahapan peretasan, mulai dari mencari target hingga mengeksploitasi kelemahan sistem. Meskipun memanfaatkan AI, serangan ini tidak mengandalkan celah keamanan baru yang belum diketahui, melainkan memanfaatkan kelemahan yang sudah ada. Para pelaku serangan menyamarkan aktivitas mereka sebagai pengujian keamanan agar AI yang digunakan mau menjalankan tugasnya.